Saturday, April 14, 2012

Syair Takdir

Biarkan aku berhianat pada keberadaan takdir,
Yang katanya sudah menggariskan nasib semua makhluk
Dari sejak lahir sampai di liang pengakhiran,

Aku berjalan dikehidupan tanpa peduli bualan,
Atau ramalan konyol yang mencoba mengacaukan fikiranku,
Ataupun kata-kata hiburan yang tak bertulang belakang,
Begitu juga dengan takdir yang menurutku hanya sekedar penghibur,
Untuk orang-orang yang berkabung dalam kegagalan,

Biar banyak cela yang menebasku nantinya,
Dan lidah-lidah yang akan menyerangku,
Dengan penggalan firman suci yang menyatakan keberadaan takdir,
Aku juga sadari,

Tapi aku hanyalah hamba,
Yang terbatas pengetahuannya,
Yang tak berani menyatakan sesuatu yang tak ia ketahui,

Dan pada akhirnya aku akan kembali pada kehidupan,
Yang mengajarkan tentang tawakal,
Diatas permadani doa yang terbujur lembut...

Sharief Hidayatullah
Jakarta, 14 April 2012

No comments:

Post a Comment

Roman Cinta dan Sepi II

  Chapter II Ia Muncul Lagi   Di sebuah peron yang sepi, lelaki itu, yang tak kuketahui namanya itu, duduk menatap langit tanpa kata-k...