Tuesday, October 1, 2013

Puisi : Gamang

Gamang

Aku menapaki ketidakpastian ini sekali lagi
mencoba permainkan garis nasib yang menjenuhkan
meredam bualan yang mempersilam diri
tapi sebenarnya,
aku berusaha menghindar dari resultan kelenganganku lagi

Refleksi seseorang mengacau hasratku
entah mengapa, aku selalu mencari-carinya disetiap tempat
di keramaian kota pada jam keluar kantor
di jalan-jalan yang memendam letih
di persimpangan yang menimbun bimbang
dan di trotoar-trotoar yang memperpanjang keruh
tapi aku tahu,
setiap kali berusaha mencarinya
aku hanya menghampakan diriku
karena bahkan aku tidak pernah terbersit di pandangannya

Takdir menguji pendirianku pada afeksi
persamaan tentang bilangan hening
bekunya dada yang tak mampu mengusulkan perasaan
aku memperdaya kata-kata senyap

Sebetulnya aku tak pernah takut kegagalan
yang paling menakutkan ketika mencoba bukanlah kegagalan
melainkan kepercayaan yang terbuang
singularitas yang bias

Sebetulnya aku tak pernah takut kekalahan
yang paling mencemaskan ketika memutuskan untuk mencoba bukanlah kekalahan
melainkan tumpuan yang terbengkalai
keterasingan yang menggamang

Jakarta, 02 Oktober 2013
Syarif H

No comments:

Post a Comment

Roman Cinta dan Sepi II

  Chapter II Ia Muncul Lagi   Di sebuah peron yang sepi, lelaki itu, yang tak kuketahui namanya itu, duduk menatap langit tanpa kata-k...